harianpalu.com , Kolondale - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Morowali Utara, Ir. Musda Guntur, MM, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadikan momentum menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Morowali Utara sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kinerja, memperkuat dedikasi, dan meningkatkan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Musda saat menjadi pembina apel pagi rutin Pemerintah Kabupaten Morowali Utara i pelataran Kantor Bupati Morowali Utara, Senin (19/10/2026).
Musda mengatakan, perjalanan hampir 13 tahun Kabupaten Morowali Utara telah membawa berbagai perubahan, termasuk dalam perkembangan karier dan status kepegawaian aparatur.
Menurut dia, capaian tersebut perlu disyukuri sekaligus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
"Momentum 13 tahun ini sangat strategis untuk kita berbuat lebih baik dan lebih banyak lagi bagi daerah. Kita perlu mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan, sekaligus melihat tantangan dan peluang ke depan," kata Musda.
Ia menegaskan, evaluasi kinerja tidak cukup hanya melihat perkembangan status kepegawaian, tetapi juga harus mengukur sejauh mana setiap aparatur memberikan manfaat nyata bagi pemerintah dan masyarakat.
Menurut Musda, tantangan pembangunan semakin besar di tengah keterbatasan kondisi fiskal daerah. Karena itu, seluruh perangkat daerah dituntut bekerja lebih efektif, mencari solusi, dan memaksimalkan sumber daya yang tersedia agar program pembangunan tetap memberikan hasil optimal.
"Kita ditantang untuk mengubah keterbatasan menjadi peluang agar tetap bisa memberikan yang terbaik bagi daerah," ujarnya.
Selain evaluasi kinerja, Musda mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar memastikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 berjalan sesuai ketentuan.
Ia meminta kepala OPD memperhatikan kesiapan pelaksanaan kegiatan, terutama pekerjaan konstruksi, serta memastikan seluruh proses administrasi dan penatausahaan anggaran dilakukan secara tertib. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya temuan signifikan dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Musda juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan seluruh aparatur dalam menghadapi potensi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menimbulkan kabut asap dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut dia, penanganan situasi kebencanaan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran atau instansi terkait. Seluruh perangkat daerah perlu berperan aktif dalam memantau kondisi lingkungan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Jika kualitas udara memburuk, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan langkah perlindungan yang sesuai, termasuk imbauan penggunaan masker dan tindakan lain berdasarkan kondisi serta tingkat risiko yang terukur.
Dalam kesempatan tersebut, Musda turut mengapresiasi aparatur yang konsisten hadir tepat waktu dalam apel pagi. Ia menegaskan bahwa disiplin merupakan bagian mendasar dari profesionalisme dan harus menjadi contoh bagi seluruh jajaran birokrasi.
Ia juga mendorong aparatur, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengikuti perkembangan teknologi informasi, serta membangun kebiasaan belajar agar mampu menjawab tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
Musda berharap, semangat evaluasi dan pembenahan menjelang HUT ke-13 Morowali Utara dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kinerja birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memastikan setiap program pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Jangan hanya melihat apa yang sudah kita capai. Kita juga harus bertanya pada diri sendiri, apa lagi yang bisa kita lakukan untuk daerah ini," tutupnya.
Source: Kominfo Morut


